Implementasi dari pembinaan karakter siswa/siswi SMK Merdeka Bandung melalui unit Ekstrakurikuler PMR SMK Merdeka Bandung bekerja sama dengan PMI melaksanakan donor darah yang diikuti siswa/siswi, guru, karyawan, dan perwakilan orang tua siswa. Donor darah dari pagi hingga siang ini diadakan di Ruang UKS SMK Merdeka Bandung, Senin (18/2).

Kepala SMK Merdeka Bandung, Drs. H. Agus Rusdiana, M.Si mengatakan, salah satu jenis agenda kegiatan empati sosial donor darah ini bertujuan untuk membantu kelancaran pasokan darah PMI Provinsi Jawa Barat agar mudah diperoleh saat seseorang membutuhkannya.

Antusias siswa-siswi SMK Merdeka Bandung kegiatan donor darah

Agus menambahkan, meski tujuan utamanya adalah untuk memastikan persediaan darah di PMI Provinsi Jawa Barat terpenuhi, ternyata kegiatan donor darah ini juga menguntungkan bagi para pendonor, “Jika seseorang mendonorkan darahnya, secara otomatis darah mereka (pendonor) akan digantikan dengan darah yang baru dari sel trombosit darah merah sehingga tubuh akan menjadi lebih segar dan fresh. Manfaat ini makin nyata jika seseorang donor darah secara rutin dan dengan prosedur yang benar,” kata agus.

Wakasek Bidang Kesiswaan, Dede Suwanto, S.Pd menambahkan, pendonor juga akan mendapat laporan secara tertutup apabila ditengarai daranya terindikasi penyakit menular dan berbahaya, sehingga jika pendonor mendapat laporan lebih dini itu akan segera diobati lebih lanjut.

Semoga siswa SMK Merdeka Bandung lebih mengenal dengan PMI utamanya pada fungsi dan peran PMI di masyarakat, karena program ini melatih siswa dalam kegiatan sosial kemanusiaan yang sangat banyak manfaatnya,” ucap Dede

Pembina PMR SMK Merdeka Bandung, Septhia Sri Hermawati, S.Pd, mengatakan, donor darah adalah kegiatan seseorang yang memberikan daranya secara sukarela untuk maksud dan tujuan transfusi darah jika memenuhi persyaratan yang berlaku. Menurut Septhia, syarat bagi pendonor darah adalah sehat jasmani dan rohani, usia 17 sampai dengan 53 tahun, berat badan minimal 45 Kg, tekanan darah untuk sistolik 100-140mmHg, diastolic 60-90mmHg, denyut nadi 60-100 kali.menit (regular), kadar hemoglobin 12,5g, dan bebas obat minimal satu minggu.

Menurutnya, respon dari berbagai pihak sangat baik, mulai dari dewan guru, karyawan bahkan siswa SMK Merdeka Bandung yang sudah berusia 17 tahun. Hal ini terbukti dari antrean Panjang para pendonor. Acara dari Pukul 08.00 hingga pukul 14.00 itu berhasil mengumpulkan 120 kantong darah.

Tak bisa dimungkiri bahwa kondisi SMK Merdeka Bandung yang sedang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hanya kelas X dan Kelas XII, karena siswa tingkat XI sedang melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) sehingga jumlah calon pendonor belum maksimal. Karena lebih dari 60 persen usia siswa kelas X masih dibawah 17 tahun atau belum cukup syarat untuk menjadi pendonor.

Namun demikian tidak mengurangi antusias, minat, dan kesadaran warga SMK merdeka Bandung untuk membantu sesame, walaupun publikasi dilakukan secara mendadak pada siswa, guru, dan karyawan SMK Merdeka Bandung. Pendonor yang telah mendonorkan darahnya diberikan minum kemasan, vitamin, dan mie instan oleh PMI.

Pengalaman menyenangkan dirasakan salah satu pendonor, Sucie (17), siswa kelas XII AP 2. Ia merasa sangat senang bisa ikut serta dalam donor darah. “Baru pertama ini saya mendonorkan daranya di sekolah karena memang syarat umurnya 17 tahun, rasanya merinding dan grogi ketika disuntik. Semoga darah yang saya donorkan dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya,” ujar Sucie sambal tersenyum. (adv/*) sumber : Tribun Jabar